Mereka saling duduk di tempatnya.
Pada meja meja
tempat mereka menyantap
dan menetap.
Namun sang pelita tidak ada disana.
Sebab ia tak lagi mampu
menahan bebannya.
Kisah lama itu menjadi legenda.
Cerita 29 tahun sebelumnya
yang merekam jerit ketakutan
di tengah kegelapan
dini hari.
Kini tak lagi terdengar.
Jeritan itu dibungkam keadaan.
Tersisa senyap menatap
pada ketakutan ketakutan
sebelum dan setelahnya.
Lalu dia mengintip
untuk pertama dan satu satunya
Seolah pelita yang hilang.
Menerangi yang gelap.
Meramaikan yang senyap.
Menemani yang takut.
Meninggalkan yang tenang.
Untuk kemarin,
sebelum dan sesudahnya.
Ada ucapan terimakasih
yang tak ternilai jumlahnya
serta maknanya
karena telah menjadi satu-satunya.
Published by
Tinggalkan komentar