
Aku masih setia di teras rumah
duduk menghirup udara segar pagi hari.
Pagi pagi sekali.
Dini hari.
Sesekali kuseruput kopi
dari gelas brilik kesukaan.
Aromanya dingin.
Aku menunggu datangnya matahari
yang masih takut menampakan diri
karena gelap.
Mungkin.
Atau mungkin aku yang takut?
Takut terbuai kehangatannya;
seperti dulu.
Tinggalkan komentar