Menangis lah aku sejadi jadinya
saat mereka melihatku.
Aku tidak melihatnya.
Aku menangis
lalu menangis.
Tidak kurang bentuk dan jumlah.
Tapi tak juga kulihat rona itu.
Seumpama senyuman
Atau aku hanya lupa?
Macam bayi saja, kata bapak
Apa maumu? Masih kurang kah?
Ujar kakak
Mana punya aku jawabnya.
Kecuali diam diam saja,
menunggu angin membius wajahku
Sepoi sepoi
Lalu ibu menahan kata
belai lembut juga tak luput
Menangis lah aku sejadinya
Tanpa hasrat untuk bertanya
Kecuali jikalau ada jawaban
Aku masih bertahan,
walau kadang kesepian.
Lalu kenapa mereka?
Bahagia kah?
27 tahun kemudian
Aku bertanya.
Tinggalkan komentar