Sajak Pelangi

Kumpulan sajak dan puisi dari Noor Farchan

Sabtu pertama, Desember pertama

Desember pertama di tahun ini
gosip gosip berseliweran kesana kemari.
Tentang eksekutif yang berencana membatasi,
tentang varian varian terbaru
di zaman pandemi.
Semacam Loki, batinku.

Kemudian tadi malam aku berjumpa dengan Sabtu
yang pertama di Desember tahun ini.
Pun dini hari lebih mendekati.
Selepas karibku pulang, menyisakan ampas kopi.
Lalu sepi.
Lagi, kubilang.

Hening..

Setelah itu kekacauan mulai mendera telingaku.
Akibat air yang membantai
atap rumah ibuku,
menggantikan suara Lennon dan McCartney.
Ah, sudah pagi.

Kata mereka,
Desember selalu penuh cucuran air.
Lalu kutanya,
air keringat atau air mata?
Desember, kata mereka.
Sama saja.

Published by

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai